Duduk dan Berdiri (sepasang sepatuku)
duduk dan berdiri
menanti bagai merpati berdiam bernyanyi
tak ada simpati atau empati
dingin dan sendiri
gelap tak berarti
suasana berganti lagi
gelap dan sepi
suara terjadi sekali sekali
lantang kemudian pergi
sepasang sepatu duduk kemudian berdiri
berjalan beriring sesuai siul penyanyi
kanan dan kiri
bertemu noda putih, ah itu hobi
bertemu noda hitam, ah itu makanan sehari-hari
bertemu noda hitam dan putih, ah itu hobi makanan berhari-hari
kini sepasang sepatuku kembali duduk dan berdiri
menyusuri buih pantai berseri
basah tak jadi arti
keringpun pasti kunanti
bermain hingga mentari pergi
mengantar pergi dan esok bertemu lagi
apa mungkin kau (sepatuku) bisa kembali duduk dan berdiri?
duduk dan berdiri
angin berhembus dan angin bernyanyi
kala ini tak bisa duduk dan berdiri
apakah ada sebuah ganti untuk yang telah pergi?
@NSSnid - Malang 13 Maret 2012
'Duduk dan Berdiri (sepasang sepatuku)'
No comments:
Post a Comment