Mulutmu atau Hatimu (hanya Tuhan yang tahu)
Dengarkan aku dan duduk dihadapanku
Dapatkah aku mempercayai kata-katamu?
Janjimu seakan patah dalam satu waktu
Kau tersenyum aku termagu
Kau pergi dan aku hanya bisa menunggu
Derap kakimu seakan berlagu
Selamat tinggal kawan seperjuanganku
Mulutmu atau Hatimu
Manakah yang harus ku tahu?
Sekian banyak kata yang kita janjikan
Sekian banyak nota yang ingin kita tuliskan
Sekian banyak jadwal yang ingin kita lakukan
Namun semua seakan sirna dan menghilang
Hanya ini yang ingin aku tanyakan
Kawan, inikah akhir dari persahabatan?
Mulutmu atau Hatimu (hanya Tuhan yang tahu), by: @NSSnid
Malang, 25 April 2012
No comments:
Post a Comment