ini bukan cerita hujan dengan segala macam harapan. bukan harapan malahan ini adalah sebuah ketidaksengajaan dalam sebuah rancangan. ingin mendapat satu hal namun di tengah perjalanan bertemu dengan sebuah kaki panjang dan kecil yang ingin menjegal kemudian terjatuh. ya, dengan datangnya kaki kecil itulah yang membuat sebuah keinginan menghilang hangus terbawa angin. kini yang terlihat setiap hari adalah kaki kecil bukan rancangan. setiap hari adalah kaki kecil dan ia terlihat datang dan menjauh. memberikan sebuah harapan kemudian perlahan mengulurnya menjauh. adakah ini sebuah permainan? entah, mengirakan semua hanya alasan atau unsur kesengajaan. terlalu sering menarik kemudian mengulurnya adalah hal yang dapat memberikan sebuah harapan yang berlebihan. hei kaki kecil, apa maumu sekarang?
kaki kecil adalah sebuah kehidupan nyata yang sering disebut sempurna, bahkan ada yang memujanya berlebihan. namun kenyataan yang didapat, ia tak sesempurna pernyataan fisiknya. sekedar memuji ya okelah, tapi memujanya adalah sebuah kesalahan? entahlah.
helaan nafas hanya terngiang dan tergambar jelas. rancangan telah menjauh bahkan menghilang ditengah keramaian. tak tercium, tak terjamah, hilang. menghela dan menghela, meratapi nasib dan hanya berdoa akan terkabulnya sebuah harapan.
hei rancangan, kemana kah engkau pergi? menunggumu muncul kembali adalah harapan dalam doa, adakah kau mendengar bahkan tersirat dibenakmu untuk datang? harapan boleh sekedar harapan kan? entah itu terkabul atau terselubung kita lihat nanti.
sekian cerita hujan di siang hari, sebuah cerita tak berawal dan berujung. hanya berisi sebuah cerita.
hujan akan datang dan pergi. datang dari tempat tertinggi dan akan jatuh ke tempat terendah. datanglah hujan dan segeralah pergi. ini hujan yang kuminta untuk cerita di siang hari. cerita hujan yang juga datang dari tempat tertinggi dan nantinya juga akan pergi ke tempat terendah
No comments:
Post a Comment