Ada suatu hal yang
membuat saya bagaikan seperti orang bodoh, yaitu berdiri sendiri. Karena disaat
saya berdiri sendiri ada banyak hal yang mungkin terpikirkan dalam satu waktu. Ketika
semua seakan memandang saya aneh dengan mood yang secara tiba-tiba berubah
hanya dalam hitungan detik. Ada kala saya akan tertawa terbahak-bahak kemudian
detik berikutnya saya akan diam seribu bahasa dan ada kalanya emosi saya naik
kemudian emosi saya stabil. Semua mungkin berpikir saya ini seperti orang gila,
tak waras, kehabisan obat, atau salah makan. Tapi beginilah saya
mengekspresikan semua.
Secara konotasi muka saya
ada dua, hitam dan putih tapi disaat saya berdiri sendiri tanpa ada yang
memerhatikan yang muncul adalah muka ketiga saya yaitu abu-abu. Tidak tahu
harus menggunakan yang hitam atau putih karena keduanya bagaikan palsu. Ini sangat
menyakitkan ketika harus berdiri sendiri. Apapun itu tak akan ada yang
mengetahui apa yang kau pikirkan, tak akan ada yang bertanya kau baik-baik saja
saat tiba-tiba kau memasang wajah kusam, tak akan ada yang mau tahu tentang apa
yang terjadi dengan dunia lain selain yang ada dihadapannya, dan bahkan seakan
kau hanyalah setitik noda dalam lembar yang ada.
Di sinilah titik terjenuh
saya, berdiri sendiri seperti orang bodoh. Tak tahu wajah mana yang akan saya
gunakan, tak tahu harus berpikir seperti apa, dan tidak tahu harus berjalan ke
arah mana. Seakan saya ingin berlari namun disaat bersamaan saya ingin berhenti
dan menangis.
No comments:
Post a Comment