Hujan
sore dan segelas kopi sore yang begitu manis. Sebenarnya saya tak begitu suka
dengan kopi sore ini, jujur saya juga tak begitu suka dengan rasa manis. Karena
pasti setelah rasa manis itu hilang akan muncul rasa pahit.
Bau hujan
menambah romantic sore hari ini, jujur sangat romantic. Saya bisa menghayal
dengan indahnya mengenai masa depan yang belum tentu menyenangkan seperti
bayangan saya. Tapi melihat kenyataan yang ada akhir-akhir ini serasa saya
ingin berlari. Meninggalkan secara Cuma-Cuma? Saya begitu lelah karena beberapa
tahun lalu saya juga mengalami hal yang sama. Mungkin tidak baik
mengungkit-ungkit sebuah masa lalu tapi jika suatu hari harus melakukannya saya
akan melakukannya. Mungkin sekarang, sedikit demi sedikit saya ambil
ancang-ancang. Berusaha untuk melepas dan berusaha untuk tampil sebagai bayang-bayang.
Memang menyedihkan namun di saat kau berdiri dengan bahagia dan semangatnya
namun dikala kau merasa sangat tak ada yang melihatmu adalah hal yang sangat
menyedihkan. Terserah semua orang akan berkata apa toh yang tahu hanya saya dan
Tuhan. Bahkan ingatan saya adalah saksi bisunya. Bahkan sekarang saat saya
mengingatnya saya hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Hei masa lalu kalau tak
ada kau mungkin saya tak akan pernah belajar untuk menghadapi mana yang menjadi
kapasitas saya. Sangat berterima kasih pada semua masa lalu yang menyedihkan.
Hujan
telah reda dan baunya masih menyengat, kopi saya juga semakin menguap. Habis.
Selamat
sore.
No comments:
Post a Comment