Tuesday, April 2, 2013

Kadang Saya Ingin Berlari


Hujan sore dan segelas kopi sore yang begitu manis. Sebenarnya saya tak begitu suka dengan kopi sore ini, jujur saya juga tak begitu suka dengan rasa manis. Karena pasti setelah rasa manis itu hilang akan muncul rasa pahit.

Bau hujan menambah romantic sore hari ini, jujur sangat romantic. Saya bisa menghayal dengan indahnya mengenai masa depan yang belum tentu menyenangkan seperti bayangan saya. Tapi melihat kenyataan yang ada akhir-akhir ini serasa saya ingin berlari. Meninggalkan secara Cuma-Cuma? Saya begitu lelah karena beberapa tahun lalu saya juga mengalami hal yang sama. Mungkin tidak baik mengungkit-ungkit sebuah masa lalu tapi jika suatu hari harus melakukannya saya akan melakukannya. Mungkin sekarang, sedikit demi sedikit saya ambil ancang-ancang. Berusaha untuk melepas dan berusaha untuk tampil sebagai bayang-bayang. Memang menyedihkan namun di saat kau berdiri dengan bahagia dan semangatnya namun dikala kau merasa sangat tak ada yang melihatmu adalah hal yang sangat menyedihkan. Terserah semua orang akan berkata apa toh yang tahu hanya saya dan Tuhan. Bahkan ingatan saya adalah saksi bisunya. Bahkan sekarang saat saya mengingatnya saya hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Hei masa lalu kalau tak ada kau mungkin saya tak akan pernah belajar untuk menghadapi mana yang menjadi kapasitas saya. Sangat berterima kasih pada semua masa lalu yang menyedihkan.

Hujan telah reda dan baunya masih menyengat, kopi saya juga semakin menguap. Habis.
Selamat sore.

No comments:

Post a Comment